Pendahuluan
- Kamar operasi merupakan hal penting dalam pengaturan sebuah rumah
sakit
- Tindakan operasi merupakan “moment” penting bagi pasien sehingga
diperlukan manajemen yang tepat dan membutuhkan team work
- Masing-masing anggota team memegang peranan penting dalam
keberhasilan suatu prosedur operasi
- Ruangan yang memenuhi syarat dimana dilakukan tindakan – tindakan
sehubungan dengan pembedahan.
- Ruangan ini merupakan ruang terbatas / ketat, sehingga yang bisa
masuk hanyalah para petugas yang sedang bertugas, Dengan tujuan menjaga
sterilitas dari tindakan operasi yang dilakukan
Jumlah
kamar bedah ditentukan oleh :
1. Jumlah dan lama waktu operasi
2. Jumlah dokter bedah dan fasilitas penunjang
3. Perbandingan antara operasi elektif dan cito
4. Juml kebutuhan waktu pemakaian OK baik
jam perhari
/ hari perminggu
5. SOP yang ditetapkan: alur pasien, petugas
dan
peralatan.
Pembagian
daerah kamar bedah :
1. Daerah Bebas
( UNRESTRICTED )
Petugas
dan pasien masuk tidak perlu mengganti baju
2. Daerah Semi
Ketat (SEMIRESTRICTED)
Menghubungkan
antara daerah bebas dengan kamar operasi
3. Daerah Ketat
(RESTRICTED)
Ruang
cuci tangan, induksi, tindakan op
Syarat
kamar bedah :
- BENTUK
1.
Sudut tidak boleh tajam
2.
Lantai, dinding dan langit-langit harus
melengkung
3.
Lantai harus dari bahan yang kuat, tidak menghantarkan listrik, kedap air,
mudah dibersihkan dan berwarna terang.
4. Lapisan dinding dan langit-langit harus dari bahan yang keras, tidak berpori, kedap
air, tidak mudah kotor, tidak mempunyai sambungan, berwarna terang, tidak memantulkan cahaya, mudah dibersihkan
B.
Ukuran
- Minimal 29,1 – 37,16 meter persegi (5.6m x 5,6 m) Maksimal 56 – 60
meter persegi (7,2 m x 7,8 m).
Besar kecilnya kamar bedah tergantung dari kegunaannya.
2. Tinggi
langit-langit (plafon) 3 m - 3,65m.
C.
Pintu
- Pasien, pintu masuk dan keluar harus berbeda
2. Petugas,
pintu masuk dan keluar tersendiri.
3. Setiap pintu
kamar bedah harus ada kaca tembus pandang.
4. Pintu kamar
bedah tipe Sliding door.
5. Lebar pintu
1,20 m dan tinggi minimal 2,10 m

D.
Sistem Ventilasi
- Memakai sistem AC sentral per OK dan suhu dapat diatur
- Ultra Clean/ Laminar Air Flow
- Daerah Tropis suhu udara
antara 19 – 24 derajat C.
- Kelembaban udaranya 55% (45 – 60 %)
- Tekanan Positif (
10 mbar )
E.
Sistem Penerangan
- Lampu Penerangan = Lampu pijar Putih
2. Lampu
Operas mempunyai
kekhususan dalam hal :
a.
Arah dan fokusnya fokusnya dapat diatur
b.
Tidak menimbulkan panas
c.
Cahayanya terang/ tidak menyilaukan.
d.
Pencahayaannya ruangan 300 – 500 Lux,
pada
meja op 10.000 – 20.000 Lux
F.
Sistem Gas Medis
1. Gas
Medis Sentral
2. Sistem
perpipaan melalui bawah lantai atau diatas langit-langit
3. Warna
pipa harus dibedakan N2O, O2, Compres air dan Vacum
G.
Sistem Listrik
1. Voltase
110 dan 220
2. Stop
Kontak = aman untuk petugas
3. Tombol
listrik ketinggian minimal 1,40 m dari lantai
4. Setiap
Tombol Sirkuitnya harus berbeda
H.
Peralatan
- Peralatan kamar bedah harus Mobile
- Terbuat dari Stainless Steel sehingga mudah dibersihkan
Jenis
Cuci Tangan
- CUCI TANAGAN BIASA
- CUCI TANAGAN PROSUDERAL
Pengertian :
¢ Membersihkan kulit tangan secara mekanikal dari
organisme mikro/makropatogenik.
Tujuan :
¢ Mencegah terjadinya infeksi silang.
Persiapan alat
¢ Air mengalir.
¢ Sabun atau cairan antiseptik yang sudah ditentukan (Clorhexidin
Gluchonat 2%)
.
¢ Tissue atau lap bersih.
¢ Tempat sampah unt tissue / lap kotor.
¢ Kalau perlu sikat tangan yang halus.
Mencuci tangan procedural dilakukan:
¢ Dilakukan selama 1 menit
¢ Sebelum dan sesudah dinas
¢ Sebelum dan sesudah melakukan prosedur
¢ Sebelum memakai sarung tangan
¢ Sesudah membuka sarung tangan
- CUCI TANAGAN PEMBEDAHAN
Penelitian menunjukkan bahwa scrub selama 3-5 menit cukup untuk
menghilangkan kotoran dan microorganisme yang melekat pada permukaan kulit.
AORN menganjurkan prosedur scrub yang sama namun harus diulangi, yang
paling efektif adalah 5 – 10 menit ( AORN 1994 ).
Clorhexidin Gluchonat 4% memiliki efek residual dan efektif untuk waktu
lebih dari 4 jam (Larson, Mayur & Laughon, 1989 )
¢ Persiapan sebelum melakukan cuci tangan.
¢ Rambut telah tertutup atau APD lengkap ( topi, masker,
kaca mata, apron, sepatu khusus yang tertutup )
¢ Kuku jari tangan pendek, bersih dan bebas dari cat
kuku.
¢ Cincin dan jam tangan telah dilepaskan, gulung lengan baju 10 cm di atas
siku.
¢ Tidak ada luka di kulit atau kelainan pada kulit yang
sedang dalam proses infeksi
¢ Memilih larutan antiseptik yang tepat
¢ Tempat cuci tangan yang cukup dalam dan lebar untuk
mencegah percikan air keluar dari area cuci tangan.
¢ Air mengalir yang memenuhi syarat, yang dapat dikendalikan dengan siku atau
kaki.
¢ Sikat halus dan spon yang menggunakan antiseptik
¢ Pembersih kuku
¢ Tempat sampah untuk membuang sikat bekas pakai
¢ Buka sikat, spon, dan pembersih kuku dari tempatnya
¢ Buka kran air dengan tangan / siku / menggunakan lutut atau kaki.
¢ Basahi tangan
dan lengan sampai dengan 5 cm di atas
siku di bawah air mengalir
¢ Membersihkan kuku dengan menggunakan pembersih kuku di bawah air mengalir.
¢ Ambil sikat, spon
yang mengandung Clorhexidin Gluchonat 4%,
¢ Peras spon dan
sikat sampai keluar busa Clorhexidin Gluchonat 4%,
¢ Lumuri dan
menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kanan dari ujung jari sampai 5 cm
di atas siku dengan clorheksidin 4 % menggunakan telapak tangan kiri secara
memutar
¢ Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan
lengan kiri dari ujung jari sampai 5 cm di atas siku dengan clorheksidin 4 %
menggunakan telapak tangan kanan secara memutar
¢ Sikat kuku jari tangan kanan dan kiri secara
bergantian pada masing-masing tangan selama satu menit lalu sikat dibuang, spon
tetap dipertahankan.
¢ Bilas tangan
dengan air mengalir dari ujung jari ke lengan sampai 5 cm di atas siku
hingga bersih, bila di ulang tetap dari ujung jari ke lengan tidak boleh bolak
balik
¢ Peras spon dan
lumuri kembali tangan sampai ¾ lengan dg menggunakan clorheksidin 4 %
¢ Gunakan spon untuk
membersihkan tangan kanan, mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik,
punggung tangan 15 detik, kemudian
seluruh jari secara berurutan.selama 30 detik, Setiap jari digosok seolah
mempunyai 4 sisi,
¢ Gunakan spon
untuk membersihkan tangan kiri,
mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik, punggung tangan 15
detik, kemudian seluruh jari secara
berurutan.selama 30 detik, Setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi
¢ Buang spon,
kemudian bilas tangan di bawah air mengalir dari ujung jari hingga 5 cm
di atas siku sampai bersih.
¢ Ambil clorheksidin 4 % dan lumuri kembali sampai
pergelangan tangan, gosok tangan selama 1 menit untuk kedua tangan dengan
tehnik cuci tangan prosedural, kemudian bilas dibawah air mengalir sampai
bersih
¢ Biarkan air
mengalir dari arah tangan sampai ke
¢ siku, untuk
mengcegah kontaminasi.
¢ Pertahankan
posisi tangan agar lebih tinggi dari siku
¢ Matikan kran
dengan siku atau atau kaki jika tidak menggunakan keran otomatis
¢ Pertahankan
posisi tangan saat menuju kamar operasi.
¢ Gunakan punggung anda untuk membuka kamar bedah, jika
tidak tersedia pintu otomatis.
¢ Memastikan bahwa larutan antiseptik untuk cuci tangan
kontak dengan tubuh dalam waktu yang
direkomendasikan
¢ Mematikan keran dengan siku atau atau kaki jika tidak
menggunakan keran otomatis
¢ Mempertahankan posisi tangan saat menuju kamar
operasi.
¢ Gunakan punggung anda untuk membuka kamar bedah, jika
tidak tersedia pintu otomatis.
Syarat Jas Operasi/Gown
Bedah
¢ Manset jas operasi harus cukup panjang, hingga dapat
menutup jari-jari tangan (5-8 cm)
¢ Manset tangan dengan elastisitas cukup baik (bisa
disterilkan dengan autoclave)
Cara
pembersihan kamar operasi ada 3 macam :
1. Cara
pembersihan rutin/harian
2. Cara
pembersihan mingguan
3. Cara
pembersihan sewaktu.
Syarat
Koordinator Kamar Operasi
Peryaratan
- Diutamakan sarjana
keperawatan.
Kualifikasi
- Memiliki sertifikat manajemen Kamar bedah.
- Memiliki sertifikat teknik Kamar Operasi (Dasar & Lanjutan).
- Mempunyai peng. Kerja > 5 thn sebagai sirkuler
- Memiliki kemampuan memimpin
Susunan
Instrumen Dalam Container

