Kamis, 29 Maret 2018

kamar operasi


Pendahuluan
  • Kamar operasi merupakan hal penting dalam pengaturan sebuah rumah sakit
  • Tindakan operasi merupakan “moment” penting bagi pasien sehingga diperlukan manajemen yang tepat dan membutuhkan team work
  • Masing-masing anggota team memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu prosedur operasi
  • Ruangan yang memenuhi syarat dimana dilakukan tindakan – tindakan sehubungan dengan pembedahan.
  • Ruangan ini merupakan ruang terbatas / ketat, sehingga yang bisa masuk hanyalah para petugas yang sedang bertugas, Dengan tujuan menjaga sterilitas dari tindakan operasi yang dilakukan
Jumlah kamar bedah ditentukan oleh :
1. Jumlah dan lama waktu operasi
2. Jumlah dokter bedah dan fasilitas penunjang
3. Perbandingan antara operasi elektif dan cito
4. Juml kebutuhan waktu pemakaian OK baik
    jam perhari / hari perminggu
5. SOP yang ditetapkan: alur pasien, petugas
    dan peralatan.
Pembagian daerah kamar bedah :
1.  Daerah Bebas ( UNRESTRICTED )
            Petugas dan pasien masuk tidak perlu mengganti baju
2.  Daerah Semi Ketat (SEMIRESTRICTED)
            Menghubungkan antara daerah bebas dengan kamar operasi
3.  Daerah Ketat (RESTRICTED)
            Ruang cuci tangan, induksi, tindakan op
Syarat kamar bedah :
  1. BENTUK
            1. Sudut tidak boleh tajam
            2. Lantai, dinding dan langit-langit harus   melengkung
            3. Lantai harus dari bahan yang kuat, tidak menghantarkan listrik, kedap air, mudah dibersihkan dan berwarna terang.
4. Lapisan dinding dan langit-langit harus  dari bahan yang keras, tidak berpori, kedap air, tidak mudah kotor, tidak mempunyai sambungan, berwarna terang,  tidak memantulkan cahaya, mudah dibersihkan
B. Ukuran
  1. Minimal 29,1 – 37,16 meter persegi (5.6m x 5,6 m) Maksimal 56 – 60 meter persegi  (7,2 m x 7,8 m). Besar kecilnya kamar bedah tergantung dari kegunaannya.
2.  Tinggi langit-langit (plafon) 3 m - 3,65m.
C. Pintu
  1. Pasien, pintu masuk dan keluar harus    berbeda
2.  Petugas, pintu masuk dan keluar tersendiri.
3.  Setiap pintu kamar bedah harus ada kaca tembus pandang.
4.  Pintu kamar bedah tipe Sliding door.
5.  Lebar pintu 1,20 m dan tinggi minimal 2,10 m
4
D. Sistem Ventilasi
  1. Memakai sistem AC sentral per OK dan suhu dapat diatur
  2. Ultra Clean/ Laminar Air Flow
  1. Daerah Tropis suhu udara
      antara 19 – 24 derajat C.
  1. Kelembaban udaranya 55% (45 – 60 %)
  2. Tekanan Positif ( 10 mbar )
E. Sistem Penerangan
  1. Lampu Penerangan = Lampu pijar Putih
2.         Lampu Operas  mempunyai kekhususan dalam hal :
            a. Arah dan fokusnya fokusnya dapat diatur
            b. Tidak menimbulkan panas
            c. Cahayanya terang/ tidak menyilaukan.
            d. Pencahayaannya ruangan 300 – 500 Lux,   
          pada meja op 10.000 – 20.000 Lux
 F. Sistem Gas Medis
1.         Gas Medis Sentral
2.         Sistem perpipaan melalui bawah lantai atau diatas langit-langit
3.         Warna pipa harus dibedakan N2O, O2, Compres air dan Vacum
G. Sistem Listrik
1.         Voltase 110 dan 220
2.         Stop Kontak = aman untuk petugas
3.         Tombol listrik ketinggian minimal 1,40 m dari lantai
4.         Setiap Tombol Sirkuitnya harus berbeda
H. Peralatan
  1. Peralatan kamar bedah harus Mobile
  1. Terbuat dari Stainless Steel sehingga mudah dibersihkan

Jenis Cuci Tangan
  1.  CUCI TANAGAN BIASA
  2.  CUCI TANAGAN PROSUDERAL
Pengertian :
¢  Membersihkan kulit tangan secara mekanikal dari organisme mikro/makropatogenik.
Tujuan :
¢  Mencegah terjadinya infeksi silang.
Persiapan alat
¢  Air mengalir.
¢  Sabun atau cairan antiseptik yang sudah ditentukan (Clorhexidin Gluchonat 2%) .
¢  Tissue atau lap bersih.
¢  Tempat sampah unt tissue / lap kotor.
¢  Kalau perlu sikat tangan yang halus.
Mencuci tangan procedural dilakukan:
¢  Dilakukan selama 1 menit
¢  Sebelum dan sesudah dinas
¢  Sebelum dan sesudah melakukan prosedur
¢  Sebelum memakai sarung tangan
¢  Sesudah membuka sarung tangan

  1.  CUCI TANAGAN PEMBEDAHAN
Penelitian menunjukkan bahwa scrub selama 3-5 menit cukup untuk menghilangkan kotoran dan microorganisme yang melekat pada permukaan kulit.
AORN menganjurkan prosedur scrub yang sama namun harus diulangi, yang paling efektif adalah 5 – 10 menit ( AORN 1994 ).
Clorhexidin Gluchonat 4% memiliki efek residual dan efektif untuk waktu lebih dari 4 jam (Larson, Mayur & Laughon, 1989 )
¢  Persiapan sebelum melakukan cuci tangan.
¢  Rambut telah tertutup atau APD lengkap ( topi, masker, kaca mata, apron, sepatu khusus yang tertutup )
¢  Kuku jari tangan pendek, bersih dan bebas dari cat kuku.
¢  Cincin dan jam tangan telah  dilepaskan, gulung lengan baju 10 cm di atas siku.
¢  Tidak ada luka di kulit atau kelainan pada kulit yang sedang dalam proses infeksi
¢  Memilih larutan antiseptik yang tepat
¢  Tempat cuci tangan yang cukup dalam dan lebar untuk mencegah percikan air keluar dari area cuci tangan.
¢  Air mengalir yang memenuhi syarat,  yang dapat dikendalikan dengan siku atau kaki.
¢  Sikat halus dan spon yang menggunakan antiseptik
¢  Pembersih kuku
¢  Tempat sampah untuk membuang sikat bekas pakai
¢  Buka sikat, spon, dan pembersih kuku dari tempatnya
¢  Buka kran air dengan tangan / siku  / menggunakan lutut atau kaki.
¢  Basahi  tangan dan  lengan sampai dengan 5 cm di atas siku di bawah air mengalir
¢  Membersihkan kuku dengan menggunakan  pembersih kuku di bawah air  mengalir.
¢  Ambil sikat, spon  yang mengandung Clorhexidin Gluchonat 4%,
¢   Peras spon dan sikat sampai keluar busa Clorhexidin Gluchonat 4%,
¢   Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kanan dari ujung jari sampai 5 cm di atas siku dengan clorheksidin 4 % menggunakan telapak tangan kiri secara memutar
¢  Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kiri dari ujung jari sampai 5 cm di atas siku dengan clorheksidin 4 % menggunakan telapak tangan kanan secara memutar
¢   Sikat  kuku jari tangan kanan dan kiri secara bergantian pada masing-masing tangan selama satu menit lalu sikat dibuang, spon tetap dipertahankan.
¢   Bilas tangan dengan air mengalir   dari ujung  jari ke lengan sampai 5 cm di atas siku hingga bersih, bila di ulang tetap dari ujung jari ke lengan tidak boleh bolak balik
¢   Peras spon dan lumuri kembali tangan sampai ¾ lengan dg menggunakan clorheksidin 4 %
¢   Gunakan spon untuk membersihkan tangan kanan, mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik, punggung tangan 15 detik,  kemudian seluruh jari secara berurutan.selama 30 detik, Setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi,
¢   Gunakan spon untuk membersihkan tangan   kiri, mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik, punggung tangan 15 detik,  kemudian seluruh jari secara berurutan.selama 30 detik, Setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi
¢  Buang spon,  kemudian bilas tangan di bawah air mengalir dari ujung jari hingga 5 cm di atas siku sampai bersih.
¢   Ambil  clorheksidin 4 % dan lumuri kembali sampai pergelangan tangan, gosok tangan selama 1 menit untuk kedua tangan dengan tehnik cuci tangan prosedural, kemudian bilas dibawah air mengalir sampai bersih
¢   Biarkan air mengalir dari arah tangan sampai ke 
¢   siku, untuk mengcegah kontaminasi.
¢   Pertahankan posisi tangan agar lebih tinggi dari  siku
¢    Matikan kran dengan siku atau atau kaki jika tidak menggunakan keran otomatis
¢   Pertahankan posisi tangan saat menuju kamar operasi.
¢  Gunakan punggung anda untuk membuka kamar bedah, jika tidak tersedia pintu otomatis.
¢  Memastikan bahwa larutan antiseptik untuk cuci tangan kontak dengan  tubuh dalam waktu yang direkomendasikan
¢  Mematikan keran dengan siku atau atau kaki jika tidak menggunakan keran otomatis
¢  Mempertahankan posisi tangan saat menuju kamar operasi.
¢  Gunakan punggung anda untuk membuka kamar bedah, jika tidak tersedia pintu otomatis.

Syarat Jas Operasi/Gown Bedah
¢  Manset jas operasi harus cukup panjang, hingga dapat menutup jari-jari tangan      (5-8 cm)
¢  Manset tangan dengan elastisitas cukup baik (bisa disterilkan dengan autoclave)


Cara pembersihan kamar operasi ada 3 macam :

1.      Cara pembersihan rutin/harian
2.      Cara pembersihan mingguan
3.      Cara pembersihan sewaktu.

Syarat Koordinator Kamar Operasi
Peryaratan
  1. Diutamakan sarjana  keperawatan.
Kualifikasi
  1. Memiliki sertifikat manajemen Kamar bedah.
  2. Memiliki sertifikat teknik Kamar Operasi (Dasar & Lanjutan).
  3. Mempunyai peng. Kerja > 5 thn sebagai sirkuler
  4. Memiliki kemampuan memimpin












Susunan Instrumen Dalam Container

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR5twWHpcVTwyLu34XJsaFO4VMi2ei6FmaXpTTUPhVtpDv6wXcB



Tidak ada komentar:

Posting Komentar